Apakah Pustakawan akan
tergantikan dengan Search Engine ?
Search Engine atau mesin pencari
merupakan sebuah website yang mampu mengindeks berbagai URL atau alamat web
yang berada di dunia maya, sehingga mempunyai database besar tentang berbagai
URL lengkap dengan deskripsinya. Berbagai format file dapat di baca oleh Search
Engine, baik berupa teks, video, suara presentasi, gambar, animasi maupun file
asli. Jutaan orang memanfaatkan mesin pencari secara bersamaan dalam waktu 24
jam non-stop setiap harinya. Hal ini menyebabkan Search Engine sebagai
fasilitas vital internet. Bagi kalangan menengah mungkin bisa memanfaatkanya,
bisa di bilang melek teknologi, bagi orang awam atau gaptek ( gagap
teknologi ) apakah bisa memenfaatkannya? . Di zaman serba canggih ini tentunya
kita tidak mau kan di bodohi oleh zaman. Search Engine pertama kali muncul
adalah “Wandex” dari World Web Wanderer, satu web crawler yang dibangun oleh
Matthew Gray di MIT pada tahun 1993, ini saat umurku masih 1 tahun dan belum
mengenal,hehehe. Namun sekarang sudah banyak mesin pencari web yang memberikan
pelayanan pada pengguna.
Bagaimana dengan Pustakawan?
Perpustakaan, bisa dibayangkan
terdapat setumpukan buku yang berdebu, seorang pustakawan yang kutu buku
memakai kaca mata tebal. Pasti kebanyakan orang awam melihat dari sisi itu.
Disini saya akan mengupas keberadaan PERPUSTAKAAN dan PUSTAKAWAN. Saya berani
bilang “PUSTAKAWAN” tidak tergantikan oleh “SEARCH ENGINE, karena informasi
yang ada di internet ada yang akurat dan tidak akurat, sedangkan
Perpustakaan dan pustakawan menyajikan infomasi yang lebih akurat. Orang
lebih sering menganggap bahwa dengan internet perpustakaan dan pustakawan
akan tergantikan. Maka dari itu seorang pustakawan harus menguasai
internet yang selalu belajar mengikuti perkembangan. Bisa dengan kursus pendek,
seminar, belajar otodidak juga bisa dengan mengaplikasikan apa yang anda baca.
Kembali lagi “BUDAYA MEMBACA” ternyata banyak manfa’atnya. Jadilah
diri yang gemar menbaca maka anda akan menguasai “DUNIA”. Search Engine
hanyalah alat dan juga dipakai pustakawan. Pustakawan harus menguasai
internet dan mengunakanya dengan lebih efektif. Dimana pustakawan harus
mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan zaman, memang perpustakaan
harus bertransformasi. Sekarang perpustakaan diharapkan harus fokus pada
pemakai, jika dulunya hanya berorientasi pada pemakai sekarang harus fokus pada
pemakai. Perpustakaan juga mendengar apa yang diperlukan dan disarankan oleh
pemakai. Perpustakaan dan Pustakawan harus kreatif, humanis dan inovatif, dan
soft skill yang harus dikembangkan sehingga dapat memberikan kepuasan pada
pengguna dan terkenang di hati pengguna menjadikan “PERPUSTAKAAN” yang di
rindukan pemustakanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar