Selasa, 31 Juli 2012

Belajar TAJUK SUBYEK


ilustrasi gambar: googling
Tajuk Subyek, Kira-kira  Apa ya…, bayangan kalian mendengar 2 kata itu…,

Pada umumnya  semua orang itu memerlukan informasi , dari bentuk  Buku, Skripsi, TA, Majalah, dan bahan pustaka lainya yang ada di perpustakaan. Untuk tidak  kesulitan mencari bahan pustaka yang ada di perpustakaan di buat katalog. Namun dalam mengkatalog, sering terjadi kalau orang merasa benar mengenai nama pengarang atau judul yang dimaksud. 

Dalam hal ini pencarian melalui subyek sangat membantu dalam memandu orang untuk memperluas atau mempersempit sunyek yang  dimaksud. Maka dari itu tajuk subyek sangat membantu dalam menemukan suatu topik. Karena katalog sebagai salah satu temu kembali informasi di perpustakaan. Informasi tersebut antara lain judul, pengarang, kolasi, impresium, serta subyek. Di dalam menentukan subyek buku atau bahan pustaka lainnya diperlukan analisis subyek yang akurat dengan sarana daftar tajuk subyek yang

Rabu, 25 Juli 2012

Pelayanan PEMAKAI PERPUSTAKAAN


 
Apa kabar teman-teman, semoga tetap menjadi seorang yang haus akan ilmu pengetahuan...,

Dewasa ini perkembangan teknologi  informasi sudah mempengaruhi berbagai kehidupan. Salah satunya kita bisa lihat tolak ukur suatu bangsa bisa di nilai dari kualitas sumber daya manusia tersebut. Untuk mencetak sunber daya manusia berkualitas di butuhkan pola pikir yang bisa bersaing di era globalisasi ini. Kreatif, inovatif dan terampil agar tidak terbelenggu oleh jaman, dan mampu mencetak sumber daya manusia yang

Peran PUSTAKAWAN Dalam Menumbuhkembangkan MINAT BACA


“Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia, yang mengajar manusia dengan qalam (pena)”

Peran utama pustakawan ialah memberikan sumbangan pada misi dan tujuan, termasuk dalam mengembangkan serta melaksanakan misi dan tujuan. Pustakawan mesti memiliki pengetahuan dan ketrampilaan yang berkaitan dengan penyediaan informasi dan pemecahan masalah informasi serta keahlian menggunakaan berbagai sumber, baik tercetaak maupun elektronik. Pengetahuan, ketrampilan, dan keahlian pustakawan harus

SEARCH ENGINE Vs LIBRARIAN


Apakah Pustakawan akan  tergantikan dengan Search Engine ?

Di era globalisi ini tentunya kita tidak mau terbelenggu dengan keadaan, banyak orang yang menginginkan akses informasi secara mudah, cepat, dan lebih sukanya gratis tentunya. Kini dengan adanya Google, Bing, Altavista, Ask Jeeves, Fast Search,  dll memudahkan pemakai dalam menemukan informasi dalam dunia maya sesuai apa yang diinginkan .  Bisa di bayangkan dalam hitungan detik dapat menemukan ratusan ribu informasi apa yang diinginkan. Lebih mudahkan tentunya,  siapa yang tidak mau di majakan dengan akses informasi seperti ini. 

Search Engine atau mesin pencari merupakan sebuah website yang mampu mengindeks berbagai URL atau alamat web yang berada di dunia maya, sehingga mempunyai database besar tentang berbagai URL lengkap dengan deskripsinya. Berbagai format file dapat di baca oleh Search Engine, baik berupa teks, video, suara presentasi, gambar, animasi maupun file asli. Jutaan orang memanfaatkan mesin pencari secara bersamaan dalam waktu 24 jam non-stop setiap harinya. Hal ini menyebabkan Search Engine sebagai fasilitas vital internet. Bagi kalangan menengah mungkin bisa memanfaatkanya, bisa di bilang  melek teknologi, bagi orang awam atau gaptek ( gagap teknologi ) apakah bisa memenfaatkannya? . Di zaman serba canggih ini tentunya kita tidak mau kan di bodohi oleh zaman.  Search Engine pertama kali muncul adalah “Wandex” dari World Web Wanderer, satu web crawler yang dibangun oleh Matthew Gray di MIT pada tahun 1993, ini saat umurku masih 1 tahun dan belum mengenal,hehehe. Namun sekarang sudah banyak mesin pencari web yang memberikan pelayanan pada pengguna.


Bagaimana dengan Pustakawan?

Perpustakaan, bisa dibayangkan terdapat setumpukan buku yang berdebu, seorang pustakawan yang kutu buku memakai kaca mata tebal. Pasti kebanyakan orang awam melihat dari sisi itu. Disini saya akan mengupas keberadaan PERPUSTAKAAN dan PUSTAKAWAN. Saya berani bilang “PUSTAKAWAN” tidak tergantikan oleh “SEARCH ENGINE, karena informasi yang ada di internet ada yang akurat dan tidak akurat, sedangkan  Perpustakaan dan pustakawan menyajikan infomasi yang lebih akurat. Orang lebih sering menganggap bahwa dengan internet perpustakaan dan pustakawan  akan tergantikan. Maka dari itu seorang pustakawan harus menguasai internet yang selalu belajar mengikuti perkembangan. Bisa dengan kursus pendek, seminar, belajar otodidak juga bisa dengan mengaplikasikan apa yang anda baca. Kembali lagi  “BUDAYA MEMBACA”  ternyata banyak manfa’atnya. Jadilah diri yang gemar menbaca maka anda akan menguasai “DUNIA”. Search Engine hanyalah alat dan juga dipakai  pustakawan. Pustakawan harus menguasai internet dan mengunakanya dengan lebih efektif.  Dimana pustakawan harus mengikuti perkembangan zaman agar tidak ketinggalan zaman, memang perpustakaan harus bertransformasi. Sekarang perpustakaan diharapkan harus fokus pada pemakai, jika dulunya hanya berorientasi pada pemakai sekarang harus fokus pada pemakai. Perpustakaan juga mendengar apa yang diperlukan dan disarankan oleh pemakai. Perpustakaan dan Pustakawan harus kreatif, humanis dan inovatif, dan soft skill yang harus dikembangkan sehingga dapat memberikan kepuasan pada pengguna dan terkenang di hati pengguna menjadikan “PERPUSTAKAAN” yang di rindukan pemustakanya.