Bagi seorang pemula, memulai
untuk menulis merupakan hal yang sulit. “ Wah saya tidak punya waktu
menulis”. Itulah ungkapan yang sering kita dengar dari orang yang tidak pernah
merasakan manfa’at menulis. Namun, kalau menulis surat, chatting, ataupun
sms dengan suami, istri, pacar, dan sahabat maupun rekan. Kita bisa melakukan
dengan lancar bahkan hasilnya bisa sampai berlembar-lembar.
Tidak membahas terlalu jauh. Problem
ini bermula dari pengalaman pribadi saya. Aktivitas yang saya jalani, dari
kuliyah, mengajar, memberikan bimbingan belajar bagi adik-adik dan membantu
orang tua melakukan pekerjaan rumah. Dengan hati yang ikhlas semua saya jalani
dengan kebahagiaan tersendiri. Saya berfikir dengan itu saya sudah bisa
mengaplikasikan ilmu yang saya miliki. Tapi dalam benak juga membrontak, apa
yang saya lakukan seperti sayur tanpa penyedap rasa. Tahu sendirikan
teman-teman bagaimana rasanya ( kurang komplit ).
Sampai suatu sa’at saya di
pertemukan dengan seorang pemuda, sebut saja panggilanya AS. Semula kita Cuma
ngobrol biasa tentang aktivitas masing-masing. Waktu itu saya juga masih
terbelenggu dengan sebuah pemikiran yang saya anggap sudah bermanfa’at. Pemuda
bertanya kenapa tidak menulis ? Dengan kepolasan saya menjawab “ tidak punya waktu
buat menulis “. Dikarenakan otak ini belum terbentuk sebuah system menulis.
Otak ini belum writing oriented. Pemuda itu menyampaikan betapa manfa’at
sebuah tulisan. Menulis itu ibarat menciptakan suatu kebiasaan baru.
Merupakan sebuah amal jariyah yang tidak akan putus jika kita tiada
nanti, jika orang lain masih memanfa’atkan tulisan kita untuk kebaikan. Maka,
tulislah yang bermanfa’at bagi orang lain. Di dalam hakikat Q.S 18 :
109 sendiri juga menyebutkan, yang artinya;
Katakanlah: “ Kalau sekiranya
lautan menjadi tinta untuk ( menulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh
habislah lautan itu sebelum habis ( ditulis ) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun
kami datangkan tambahan sebanyak itu pula”.
“Betapa maha luasnya ilmu Allah.
Bahakan bila seluruh lautan menjadi tinta untuk menulis, tak akan mampu menulis
kalimat-kalimat Allah. Nasehat, motivasi, dorongan selalu di berikan
pemuda itu kepada saya. Saya sendiri juga melihat sebagian karya-karyanya
yang sudah mencapai hamper 2000 tulisan. Sangat menginspirasi, membuat hati ini
tergugah. Semakin mengerti sebuah tulisan bisa bermanfa’at yang begitu besar.
Menyebarkan ilmu juga merupakan ibadah.
Bagi pemula seperti saya tentunya
banyak mengalami hambatan-hambatan dari factor internal maupun eksternal. Hambatan-hambatan
itu menjadi penyedap rasa dalam perjalanan saya. Pemuda itu juga selalu
mengingatkan Man Jadda Wajada “Barang siapa
bersungguh-sungguh pasti dapat” yang selalu di ucapkan untuk memotivasi.
Terimaksih buat pemuda yang menyadarkan saya pentingnya menulis.
Selamat mencoba berkarya ! Do it
now, or Never ! Mulai dari sekarang atau tidak sama sekali!i saya. Tunggu
apalagi kawan-kawan jika kita sudah tahu manfa’at menulis. Betapa berharganya
satu tulisan kita buat orang lain. Saya sendiri juga masih banyak belajar dari
orang-orang yang sudah banyak pengalaman. Keep
spirit…,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar